UPP Obi Hadirkan Pelayanan Prima dan Mushollah Pelabuhan
DAERAH
Halmahera Selatan – Inovasi nyata dalam pelayanan publik kembali ditunjukkan oleh Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Obi, Suleman Bautu. Di tengah keterbatasan fasilitas di kawasan timur Indonesia, Suleman dinilai berhasil membawa perubahan signifikan dalam tata kelola pelabuhan, sekaligus membangun Mushollah di area pelabuhan sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan spiritual pekerja dan pengguna jasa.
Pelayanan yang cepat, ramah, dan transparan menjadi ciri khas kepemimpinan Suleman. Para nelayan, buruh bongkar muat, hingga awak kapal kini bisa merasakan kenyamanan yang sebelumnya tidak pernah ada. Tak hanya itu, keberadaan mushollah baru tersebut membuat mereka bisa beribadah tepat waktu tanpa harus keluar area pelabuhan yang rawan dan jauh dari pemukiman.
Apresiasi tinggi disampaikan oleh Ketua Lembaga Pengawasan Eskternal (LPE), Suryadi Gugun. Dalam keterangannya kepada media, Rabu (13/5/2026).Suryadi menegaskan bahwa langkah Suleman Bautu layak menjadi Contoh.
“Saya selaku Ketua LPE Suryadi Gugun menilai, Kepala UPP Obi Suleman Bautu telah melakukan pelayanan yang sangat baik dan membangun mushollah di pelabuhan. Ini adalah terobosan yang sangat mulia dan strategis. Untuk itu, harus ada perhatian serius dari Kementerian Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Laut agar keberhasilan ini tidak berjalan sendirian, tetapi didukung kebijakan pusat,” ujar Suryadi Gugun tegas.
Menurut Suryadi, kontribusi Suleman Bautu sejalan dengan visi pelabuhan modern yang tidak hanya mengutamakan keselamatan dan kelancaran arus barang, tetapi juga kesejahteraan rohani para pekerjanya. Ia berharap Kemenhub segera meninjau langsung UPP Obi dan memberikan insentif atau bantuan pemeliharaan fasilitas.
“Kami tidak ingin pemimpin daerah pelabuhan yang baik seperti Suleman Bautu hanya berjuang sendiri. Momentum ini harus ditangkap Dirjen Hubla sebagai bahan kebijakan nasional,” tambah Suryadi.
Pengamat transportasi menilai pernyataan LPE ini cukup krusial. Apresiasi dari lembaga independen seperti LPE menambah legitimasi bahwa inovasi di UPP Obi memang nyata dan berdampak. Kini tinggal langkah Kementerian Perhubungan untuk merespons positif rekomendasi dari Ketua LPE Suryadi Gugun.
Dengan adanya perhatian dari pusat, harapan masyarakat Obi akan pelabuhan yang benar-benar melayani dan berkeadilan dapat segera terwujud.(Fahmi/TI)