Panen Perdana Tomat 1,2 Ton, TEKAD dan Agro Maritim Dorong Ekonomi Desa Pulau Makian
DAERAH
Halmahera Selatan — Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui sektor pertanian kembali menunjukkan hasil menggembirakan. Kelompok Penerima Bantuan (KPB) Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Desa Matantengin, Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, berhasil melaksanakan panen perdana tomat dengan capaian produksi sebesar 1,2 ton.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara Program TEKAD dan kebijakan pengembangan daerah berbasis Agro Maritim mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Panen perdana tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Matantengin dalam membangun kemandirian ekonomi melalui pemanfaatan potensi pertanian lokal. Program TEKAD yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat desa melalui bantuan usaha produktif dinilai berhasil membuka peluang baru bagi kelompok tani untuk berkembang lebih maju, produktif, dan berdaya saing.
Kegiatan panen berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan dihadiri berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, aparat keamanan, pendamping program, hingga kader desa dari seluruh Kecamatan Pulau Makian. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan kuat terhadap pengembangan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi masyarakat.
Kelompok Penerima Bantuan Program TEKAD Desa Matantengin memanfaatkan bantuan dan pendampingan yang diberikan untuk mengembangkan budidaya tomat secara terstruktur, mulai dari pengolahan lahan, penanaman bibit unggul, perawatan tanaman, hingga pengendalian hama. Hasilnya, panen perdana berhasil mencapai 1.200 kilogram tomat berkualitas baik yang siap dipasarkan.
Dengan harga jual tomat sebesar Rp20.000 per kilogram, total nilai ekonomi yang dihasilkan pada panen perdana ini mencapai Rp24.000.000. Angka tersebut menjadi capaian signifikan bagi kelompok dan masyarakat desa, sekaligus memberikan optimisme baru bahwa sektor pertanian hortikultura dapat menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan.
Kepala Desa Matantengin menyampaikan bahwa keberhasilan panen perdana ini merupakan hasil kerja keras kelompok tani, dukungan Program TEKAD, serta sinergi dengan arah pembangunan daerah Agro Maritim yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. Menurutnya, Desa Matantengin memiliki sumber daya alam yang subur dan sangat potensial untuk dikembangkan melalui program-program produktif yang tepat sasaran.
“Panen perdana ini bukan hanya soal hasil 1,2 ton tomat, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat desa mampu bangkit, mandiri, dan memanfaatkan bantuan program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan. Ini adalah langkah awal menuju ekonomi desa yang lebih kuat,” ujarnya.
Program Daerah Agro Maritim sendiri menjadi pendekatan strategis dalam mendorong pembangunan wilayah melalui penguatan sektor pertanian, perikanan, dan potensi lokal lainnya. Dalam konteks Desa Matantengin, sektor pertanian tomat menjadi salah satu contoh konkret bagaimana kebijakan tersebut dapat diterjemahkan menjadi kegiatan ekonomi produktif yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Fasilitator dan pendamping Program TEKAD juga menilai keberhasilan ini sebagai model pemberdayaan yang efektif. Melalui pendekatan kelembagaan kelompok, masyarakat tidak hanya menerima bantuan material, tetapi juga memperoleh penguatan kapasitas, pendampingan usaha, serta pengelolaan hasil produksi yang lebih terencana.
Selain menghasilkan pendapatan langsung, panen perdana ini juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian Desa Matantengin. Jika dikelola secara konsisten dan berkelanjutan, produksi tomat lokal berpotensi memenuhi kebutuhan pasar di wilayah Pulau Makian maupun daerah sekitarnya, sehingga mampu mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Partisipasi aktif kader desa dan masyarakat dalam kegiatan panen memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis desa. Keberhasilan KPB Desa Matantengin diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk memanfaatkan Program TEKAD dan sinergi Agro Maritim sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan, aparat keamanan, fasilitator kabupaten, serta tenaga ahli kelembagaan, menjadi fondasi penting dalam memastikan bahwa program ini tidak berhenti pada panen perdana semata, tetapi berkembang menjadi gerakan ekonomi desa yang berkesinambungan.
Ke depan, Kelompok Penerima Bantuan Program TEKAD Desa Matantengin berencana meningkatkan luas tanam, memperkuat kualitas produksi, serta memperluas jaringan pemasaran. Dengan demikian, pertanian tomat tidak hanya menjadi kegiatan musiman, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu komoditas unggulan desa.
Panen perdana tomat 1,2 ton ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara masyarakat, program pemerintah, dan kebijakan pembangunan daerah. Desa Matantengin kini menunjukkan bahwa melalui sinergi Program TEKAD dan Daerah Agro Maritim, pertumbuhan ekonomi desa bukan sekadar harapan, melainkan kenyataan yang mulai terwujud.