Musda Golkar Kota Ternate: Ardian Usung Regenerasi dan Tagline “Pemimpin Kekinian”
NASIONAL
Ternate — Calon Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate, Ardian, menegaskan pencalonannya membawa gagasan regenerasi kepemimpinan di tubuh partai. Menurut dia, keterlibatan generasi muda bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan mendesak agar Partai Golkar tetap relevan dan berkelanjutan.
Pernyataan itu disampaikan Ardian,Senin (5/10/2026) menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kota Ternate yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Oktober 2026 di Bella International Hotel, Kota Ternate. Dalam pencalonannya, Ardian mengusung tagline “Pemimpin Kekinian”.
Ardian menilai Partai Golkar tidak bisa terus bergantung pada pola kepemimpinan lama tanpa memberi ruang kepada generasi muda. Ia menyebut regenerasi sebagai kunci agar partai tidak stagnan menghadapi perubahan lanskap politik dan perilaku pemilih.
“Kalau tidak ada generasi muda yang masuk, saya rasa Golkar akan stagnan. Suara ke depan juga akan diisi oleh anak-anak muda,” kata Ardian.
Pernyataan itu menyiratkan pesan bahwa Partai Golkar perlu memperkuat kaderisasi, membuka akses kepemimpinan bagi anak muda, dan menyesuaikan cara berkomunikasi politik dengan perkembangan zaman. Dalam konteks kota seperti Ternate, di mana pemilih muda menjadi bagian signifikan dari struktur demografi, kemampuan partai merangkul generasi baru menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing elektoral.
Meski mengusung gagasan regenerasi, Ardian belum membeberkan secara rinci program kerja yang akan dibawanya jika terpilih sebagai Ketua DPD II Golkar Kota Ternate. Ia menyatakan program tersebut akan disampaikan setelah pelaksanaan Musda.
“Program saya banyak, tapi belum bisa saya sampaikan lebih dalam. Kita tunggu hasil Musda dulu,” ujarnya.
Sikap itu dinilai lazim dalam dinamika internal partai menjelang Musda. Sejumlah kandidat biasanya menahan detail program untuk menjaga ruang negosiasi, menghindari konflik terbuka, atau menyesuaikan strategi dengan hasil forum. Namun, publik dan kader tetap menanti arah kebijakan yang akan dibawa calon ketua, terutama menyangkut konsolidasi organisasi, kaderisasi, dan strategi menghadapi agenda politik mendatang.
Tagline “Pemimpin Kekinian” yang diusung Ardian menjadi penanda bahwa ia ingin menawarkan pendekatan kepemimpinan yang lebih adaptif. Istilah “kekinian” tidak hanya bermakna gaya komunikasi modern, tetapi juga kemampuan membaca isu-isu aktual, seperti partisipasi anak muda, transparansi organisasi, pemanfaatan teknologi digital, serta kedekatan dengan persoalan warga kota.
Dalam banyak partai politik, regenerasi sering menjadi retorika yang sulit diwujudkan. Anak muda kerap dilibatkan sebagai simbol, tetapi tidak diberi ruang pengambilan keputusan yang signifikan. Karena itu, gagasan regenerasi yang dibawa Ardian akan diuji sejauh mana mampu diterjemahkan menjadi kebijakan nyata: membuka sekolah kader, memberi posisi strategis kepada anak muda, dan menyiapkan calon pemimpin masa depan dari tingkat kecamatan hingga kota.
Musda DPD II Partai Golkar Kota Ternate sendiri menjadi momentum penting bagi internal partai. Forum ini tidak hanya memilih ketua, tetapi juga menyusun kepengurusan, merumuskan program, dan memperkuat mesin organisasi hingga tingkat bawah. Hasil Musda akan menentukan arah konsolidasi Partai Golkar di Kota Ternate dalam beberapa tahun ke depan.
Partai Golkar merupakan salah satu partai senior di Indonesia dengan sejarah panjang dan basis massa yang tersebar di berbagai daerah, termasuk di Maluku Utara. Namun, seperti partai lain, Golkar menghadapi tantangan besar untuk menjaga relevansi di tengah perubahan preferensi pemilih, terutama generasi muda yang lebih dinamis dan kritis.
Di Kota Ternate, dinamika politik lokal turut dipengaruhi oleh isu-isu pembangunan, pelayanan publik, lingkungan, dan keterlibatan warga dalam pengambilan keputusan. Partai yang mampu merespons isu-isu tersebut dengan kepemimpinan segar berpeluang lebih diterima oleh pemilih muda.
Ardian tampaknya ingin menempatkan diri sebagai bagian dari gelombang pembaruan itu. Dengan mengangkat narasi regenerasi dan tagline “Pemimpin Kekinian”, ia berupaya membangun citra sebagai kandidat yang memahami kebutuhan zaman. Namun, publik masih menunggu bagaimana gagasan tersebut akan dijabarkan dalam program konkret setelah Musda berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengurus DPD II Partai Golkar Kota Ternate maupun kandidat lain mengenai dinamika menjelang Musda. Namun, agenda 11 Oktober 2026 di Bella International Hotel dipastikan menjadi momen penentu bagi arah kepemimpinan Partai Golkar di Kota Ternate.
Jika gagasan regenerasi benar-benar dijalankan, Musda bukan sekadar pergantian pengurus, melainkan titik balik bagi Partai Golkar Kota Ternate untuk memperkuat kaderisasi, memperluas basis dukungan, dan menyiapkan generasi pemimpin berikutnya. Sebaliknya, jika hanya menjadi slogan, regenerasi akan kembali berhenti sebagai wacana.
Di tengah kebutuhan partai politik untuk lebih terbuka dan adaptif, langkah Ardian mengangkat isu regenerasi menjadi cermin tantangan yang dihadapi banyak partai nasional. Publik, terutama pemilih muda, akan menilai bukan dari tagline, tetapi dari konsistensi dan keberanian memberi ruang nyata kepada generasi baru.(Red)