Memperingati Sumpah Pemuda, Siswa SMUN 11 Halmahera Selatan Bacakan Puisi Bahasa Makian Luar Hingga Meneteskan Air Mata
NASIONAL
Makian Barat – Peringatan Hari Sumpah Pemuda di SMU Negeri 11 Halmahera Selatan, Kamis (29/10/2026), berlangsung penuh haru. Bertempat di sekolah tersebut, Kecamatan Makian Barat, Mateketen, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, seorang siswa berprestasi, Nuraini Ahmad, membacakan puisi dalam Bahasa Makian Luar dengan lantang. Di tengah pembacaan, air matanya menetes, menyiratkan pesan yang menyentuh hadirin.
Puisi yang dibacakan Nuraini menyoroti kondisi Makian Luar. Ia menggambarkan banyak putra daerah Makian Luar yang telah sukses, bahkan menjabat di lingkup Maluku Utara hingga kementerian. Namun, menurut isi puisi itu, keberhasilan tersebut belum diiringi perhatian terhadap kampung halaman. Persoalan utama yang disorot adalah infrastruktur pembangunan yang tertinggal jauh dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Halmahera Selatan.
Nuraini membacakan puisi dengan suara lantang. Saat air matanya menetes, suasana lapangan dilaporkan turut berubah haru. Momen itu menjadi magnet perhatian dalam peringatan Sumpah Pemuda tahun ini karena bahasa daerah Makian Luar digunakan sebagai medium kritik sosial.
Bagi sebagian warga Makian Luar yang hadir, pembacaan puisi itu membangkitkan ingatan kolektif. Mereka teringat saat para kandidat datang berkampanye dan bersilaturahmi dengan keluarga di Makian Luar. Dalam pertemuan itu, janji-janji muluk disampaikan. Bahkan, menurut warga, banyak orang tua, imam, tokoh masyarakat, dan warga yang telah menunaikan haji hadir, mendoakan, serta memberikan dukungan. Namun, setelah kandidat menang dan memperoleh jabatan, mereka tidak lagi muncul. Warga mengibaratkan fenomena itu seperti “kacang lupa kulitnya”.
Realita yang dihadapi saat ini, jalan dan jembatan di Kecamatan Makian Barat tidak kunjung selesai. Infrastruktur yang menjadi urat nadi mobilitas warga tersebut masih jauh dari harapan. Kondisi itu kontras dengan narasi keberhasilan putra daerah yang disebut telah menduduki posisi penting di Maluku Utara dan kementerian.
Peringatan Sumpah Pemuda di SMUN 11 Halmahera Selatan pun bukan sekadar seremoni. Melalui puisi berbahasa Makian Luar, Nuraini menyampaikan gugatan sosial: keberhasilan individu seharusnya berdampak pada kesejahteraan kampung halaman. Warga berharap perhatian terhadap Makian Barat tidak berhenti pada janji saat kampanye, tetapi diwujudkan dalam pembangunan jalan, jembatan, dan infrastruktur dasar lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kecamatan maupun pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terkait sorotan dalam puisi tersebut. Namun, momen di SMUN 11 Halmahera Selatan telah menjadi catatan tersendiri dalam peringatan Sumpah Pemuda tahun ini: sebuah suara dari tanah Makian Luar, disampaikan dengan bahasa ibu, lantang, dan penuh air mata.(Fahmi/TI)