Ketua Baru Golkar Ternate,Di Tentukan Besok. Ardian Idhan Dipastikan Memimpin.
NASIONAL
Ternate — Persaingan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate memasuki babak final. Setelah Musda VII sempat diambil alih DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Utara dan diskorsing, sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 15.00 WIT, di Sekretariat DPD II Partai Golkar Kota Ternate.
Kepastian agenda tersebut tertuang dalam surat undangan resmi bernomor 022/DPD-GOLKAR/MALUT/X/2026 yang telah dikirim kepada seluruh pemegang hak suara. Sidang lanjutan ini menjadi momentum krusial untuk menuntaskan dinamika internal partai berlambang pohon beringin di tingkat Kota Ternate.
Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku Utara yang juga Pimpinan Sidang Musda VII Kota Ternate, Arifin Jafar, menegaskan di ruang kerja DPD Provinsi Maluku Utara Rabu, (21/10/2026) kesiapan melanjutkan sidang yang sebelumnya diskorsing. Menurutnya, sidang akan dibuka kembali dan langsung masuk ke Paripurna ke-4.
Pada tahap itu, hasil verifikasi administrasi dan verifikasi faktual terhadap kedua bakal calon akan disampaikan secara transparan. Setelahnya, sidang akan menetapkan dan mengumumkan calon yang terpilih memimpin Golkar Kota Ternate.
“Kami optimis sidang akan berjalan tertib dan lancar. Sidang yang sempat diskorsing akan kita buka kembali, lalu langsung masuk ke Paripurna ke-4. Di sana, hasil verifikasi administrasi dan verifikasi faktual terhadap kedua bakal calon akan kita sampaikan secara transparan. Setelah itu, melalui keputusan sidang, kita langsung tetapkan dan umumkan siapa yang terpilih memimpin Golkar Kota Ternate ke depan,” ujar Arifin.
Sebanyak 13 pemegang hak suara dipastikan menjadi bagian dari proses penentuan kepemimpinan Golkar Kota Ternate. Mereka terdiri atas unsur DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Utara, Dewan Pertimbangan Provinsi, Dewan Pertimbangan Kota Ternate, organisasi sayap, organisasi massa pendiri dan yang didirikan kemudian, delapan Ketua Pimpinan Kecamatan (Pincam), serta unsur pengurus DPD Provinsi yang menerima mandat khusus dari DPP Partai Golkar.
Arifin menekankan tidak ada lagi ruang bagi ketidakpastian yang berlarut-larut. Ia menyebut hasil Musda harus menjadi titik akhir dinamika yang berkembang sekaligus membuka lembaran baru bagi konsolidasi internal Partai Golkar di Kota Ternate.
Menurutnya, seluruh proses harus berjalan berdasarkan aturan partai, dengan keputusan yang dibacakan secara terbuka di hadapan peserta sidang. Lanjutan Musda VII bukan sekadar agenda organisasi rutin, tetapi juga ujian bagi soliditas internal partai serta momentum menentukan arah kepemimpinan Golkar Kota Ternate menghadapi agenda politik ke depan.
Dengan 13 pemegang hak suara yang disebut telah dipastikan hadir, penyampaian hasil verifikasi kedua bakal calon menjadi tahapan penting sebelum keputusan resmi diumumkan. Seluruh proses diharapkan berlangsung tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan partai.
Kamis sore, 22 Oktober 2026, menjadi waktu yang dinantikan. Dinamika yang sempat menggantung akan memasuki fase penentuan, dan nama pemimpin baru Golkar Kota Ternate akan ditentukan melalui mekanisme resmi Musda.
Secara umum kita melihat dinamika Musda Golkar Kota Ternate cukup memanas.Tinggal dua kandidat. Dari dua kandidat tersebut dipastikan Ardian Idhan yang akan memimpin DPD II partai Golkar Ternate dalam masa bakti 2026-2026 (Red)