Karang Taruna Wlahar Bersuara, Minta Polda Metro Jaya Segera Umumkan Hasil Ekshumasi Sutrimo
DAERAH
Banyumas – Penantian keluarga dan masyarakat terhadap kepastian penyebab kematian Sutrimo hingga kini masih berlangsung. Perwakilan Karang Taruna Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, meminta Polda Metro Jaya segera menyampaikan hasil ekshumasi dan autopsi ulang setelah seluruh rangkaian pemeriksaan laboratorium dinyatakan selesai.
Karang Taruna Wlahar menegaskan dukungannya terhadap proses penyidikan yang dilakukan kepolisian. Namun, mereka menilai hasil pemeriksaan perlu segera diumumkan secara terbuka agar tidak terjadi ruang bagi berkembangnya berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
“Kami mendukung penuh langkah kepolisian untuk mengungkap kasus ini. Kami meminta hasil ekshumasi segera diumumkan setelah pemeriksaan selesai agar masyarakat tidak terus bertanya-tanya dan tidak muncul dugaan yang belum tentu benar,” kata perwakilan Karang Taruna Desa Wlahar.
Menurutnya, keterbukaan mengenai hasil pemeriksaan menjadi penting karena kasus kematian Sutrimo telah menjadi perhatian masyarakat. Kepastian berdasarkan hasil pemeriksaan ilmiah dinilai jauh lebih penting dibandingkan berbagai opini maupun dugaan yang berkembang di luar proses hukum.
Polda Metro Jaya sebelumnya menyatakan masih menunggu hasil final pemeriksaan laboratorium terhadap sejumlah sampel yang diperoleh dalam proses ekshumasi. Pemeriksaan tersebut membutuhkan waktu karena setiap sampel harus dianalisis secara spesifik untuk memastikan hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Berdasarkan SP2HP kedua tertanggal 8 September 2026, penyidik telah memeriksa sebanyak 33 saksi. Selain itu, polisi telah melakukan ekshumasi dan autopsi ulang, mengambil sejumlah sampel dari jenazah maupun tanah makam, serta mengamankan rekaman CCTV dan dokumen rumah sakit yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Karang Taruna Wlahar berharap seluruh proses pemeriksaan dapat segera dituntaskan. Setelah hasil laboratorium diterima, mereka meminta kepolisian menyampaikan kesimpulan pemeriksaan kepada keluarga dan masyarakat secara jelas sesuai ketentuan yang berlaku.
Keluarga Sutrimo juga masih menunggu kepastian tersebut. Mereka menghormati seluruh tahapan penyidikan yang dilakukan aparat penegak hukum, namun pada saat yang sama membutuhkan kejelasan mengenai penyebab kematian Sutrimo berdasarkan hasil pemeriksaan yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kini, perhatian masyarakat tertuju pada hasil pemeriksaan laboratorium yang menjadi bagian penting dalam mengungkap perkara tersebut. Karang Taruna Wlahar berharap hasil ekshumasi dan autopsi ulang tidak menjadi sumber spekulasi baru, melainkan menjadi titik terang bagi keluarga dan masyarakat.
Hingga saat ini, Polda Metro Jaya belum mengumumkan kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian Sutrimo. Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan menyatakan perkembangan penyidikan akan disampaikan setelah seluruh hasil pemeriksaan diterima. (Red)