Sebulan Seusai Ekshumasi Sutrimo, Warga Wlahar Menanti Hasil Pemeriksaan Forensik
DAERAH

Jakarta – Penantian atas hasil pemeriksaan laboratorium forensik dalam kasus kematian Sutrimo memasuki babak penting. Polda Metro Jaya menyatakan hasil pemeriksaan sejumlah sampel yang diambil saat ekshumasi segera diserahkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri kepada penyidik.
Hasil tersebut kini menjadi perhatian keluarga Sutrimo dan warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Mereka berharap pemeriksaan ilmiah itu dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kematian Sutrimo sekaligus menjawab sejumlah pertanyaan yang masih berkembang di tengah masyarakat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Puslabfor Polri terkait pemeriksaan sampel yang diambil dalam proses ekshumasi.
Menurut Budi, hasil final pemeriksaan diperkirakan diterima penyidik dalam waktu dekat. Namun, proses pemeriksaan tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa karena terdapat sejumlah sampel yang harus dianalisis secara spesifik.
Ketelitian tersebut diperlukan agar hasil yang diperoleh memiliki dasar ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan dalam rangkaian proses penyidikan.
Ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo sebelumnya dilakukan di Pemakaman Bantaragung, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, pada 12 Agustus 2026. Dalam proses itu, tim mengambil sejumlah sampel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium forensik.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendalami penyebab kematian Sutrimo yang ditemukan meninggal dunia di depan sebuah klinik di kawasan Jakarta Selatan pada 23 Juli 2026.
Kini, lebih dari satu bulan setelah ekshumasi, perhatian kembali tertuju pada hasil pemeriksaan laboratorium. Keluarga dan warga Wlahar berharap proses tersebut segera menemukan titik terang.
Perwakilan Karang Taruna Desa Wlahar sebelumnya turut menyampaikan harapan agar perkembangan pemeriksaan dapat disampaikan secara terbuka setelah seluruh proses selesai. Bagi warga, kepastian mengenai hasil pemeriksaan penting agar persoalan kematian Sutrimo tidak terus berkembang menjadi ruang spekulasi.
Selama proses penyidikan berjalan, masyarakat Wlahar mengaku memilih memberikan kesempatan kepada kepolisian untuk bekerja dan mengungkap fakta berdasarkan hasil pemeriksaan. Namun, seiring berjalannya waktu, warga berharap informasi mengenai perkembangan perkara dapat disampaikan secara transparan.
Harapan serupa datang dari keluarga Sutrimo. Keluarga sebelumnya telah mendatangi Polda Metro Jaya untuk mempertanyakan perkembangan penyidikan, termasuk hasil pemeriksaan yang dilakukan setelah ekshumasi.
Keluarga juga meminta penyidik mendalami sejumlah hal yang dinilai berkaitan dengan rangkaian peristiwa sebelum Sutrimo ditemukan meninggal dunia. Beberapa nama disebut telah diajukan keluarga untuk dimintai keterangan dalam proses penyidikan.
Di tengah penantian tersebut, kepolisian menegaskan bahwa pemeriksaan laboratorium membutuhkan ketelitian. Setiap sampel harus dianalisis secara spesifik sebelum hasil akhirnya diserahkan kepada penyidik.
Hasil pemeriksaan Puslabfor nantinya akan menjadi salah satu bahan penting bagi penyidik dalam menyusun gambaran yang lebih utuh mengenai penyebab kematian Sutrimo.
Keluarga dan warga Desa Wlahar kini menunggu hasil tersebut. Mereka berharap kesimpulan pemeriksaan tidak sekadar mengakhiri penantian, tetapi juga memberikan jawaban berdasarkan temuan ilmiah mengenai apa yang sebenarnya terjadi sebelum Sutrimo meninggal dunia.
Polda Metro Jaya menyatakan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah hasil final pemeriksaan laboratorium diterima penyidik. (Red)