Jaminan Gizi dan Higienitas Konsumsi, Farida Amin Jadi Garda Terdepan Logistik Porprov V Maluku Utara
NASIONAL
Farida Amin & Team
Malukun Utara – Keberhasilan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V di Tobelo, Halmahera Utara, tidak hanya diukur dari persaingan ketat antaratlet di arena, tetapi juga dari kesiapan aspek non-teknis yang mendukung performa kontestan. Salah satu figur kunci di balik kelancaran logistik konsumsi ajang tersebut adalah Farida Amin, S.H., Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku Utara, yang mendapat kepercayaan mengelola pemenuhan gizi bagi seluruh peserta dan official.
Dengan tanggung jawab besar tersebut, Farida Amin bergerak cepat dengan menggandeng sejumlah penyedia jasa boga (catering) lokal. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan distribusi makanan berlangsung optimal, mencakup aspek higienitas, ketepatan waktu, serta keseimbangan nutrisi yang dibutuhkan oleh atlet selama masa pertandingan.
“Aspek gizi adalah fondasi utama daya tahan fisik atlet. Kami tidak hanya memberikan makanan, tetapi memastikan setiap porsi yang disajikan memenuhi standar kalori dan kebersihan yang ketat. Ini adalah bentuk komitmen nyata KONI dalam mendukung prestasi atlet di lapangan,” ujar Farida Amin dalam keterangannya di sela-sela kesibukannya mengawal distribusi logistik, baru-baru ini.
Apresiasi mendalam disampaikan oleh salah satu perwakilan pengurus cabang olahraga (cabor) yang turut berlaga dalam Porprov V. Ia menilai peran Farida Amin dan timnya menjadi pilar fundamental dalam menjaga stabilitas stamina para atlet sepanjang gelaran berlangsung.
“Kami sangat mengapresiasi konsumsi yang disediakan oleh panitia. Mereka benar-benar mengutamakan standar gizi atlet yang bertanding. Ini adalah bentuk dukungan luar biasa di luar aspek teknis, yang sering kali luput dari perhatian, namun kali ini dieksekusi dengan sangat profesional dan konsisten,” ungkapnya.
Dari perspektif nasional, perhatian serius KONI Maluku Utara terhadap aspek nutrisi di ajang Porprov V mencerminkan adanya pergeseran paradigma menuju pengelolaan olahraga yang lebih ilmiah dan terukur. Pemenuhan gizi yang baik bukan hanya berdampak pada kenyamanan atlet selama ajang berlangsung, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak calon atlet nasional yang tangguh dan berdaya saing tinggi.
Ke depan, model kolaborasi antara KONI dan pelaku usaha lokal di sektor pangan yang dikoordinasikan oleh Farida Amin diharapkan dapat menjadi best practice atau acuan bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam menyelenggarakan even olahraga berskala besar, di mana kesejahteraan atlet ditempatkan sebagai prioritas utama.
Dengan berakhirnya Porprov V, dedikasi Farida Amin dinilai berhasil menciptakan suasana kondusif bagi para kontestan. Hal ini pun menjadi catatan positif bahwa pembinaan olahraga di tingkat provinsi, khususnya di kawasan Timur Indonesia, terus menunjukkan peningkatan kualitas manajemen yang profesional. (TIM/TI)