Gotong Royong Warga Desa Bobawae Bangun Jalan di Tengah Krisis Dana Desa.
DAERAH
Makian Barat – Di tengah gempuran pemangkasan Dana Desa 2026 yang membuat anggaran infrastruktur tergerus drastis, semangat gotong royong justru menyala di Kecamatan Makian Barat. Warga Desa Bobawae bahu-membahu membangun jalan utama penghubung antar kampung melalui hasil patungan, Jumat (17/7/2026).
Keputusan ini muncul sebagai respons atas keterbatasan anggaran desa yang tidak lagi mampu menampung kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar. Seperti diketahui, kebijakan pemotongan Dana Desa tahun 2026 hingga 58,03% untuk program Koperasi Desa Merah Putih menyisakan rata-rata Rp200-300 juta per desa, jauh dari alokasi sebelumnya yang mencapai Rp1 miliar .
Masdar Mursalin, seorang pemuda setempat, menjelaskan urgensi jalan ini bagi masyarakat. “Jalan ini bukan hanya akses penghubung antara Desa Bobawae dan Desa Malapat, tetapi juga akses masyarakat menuju kebun,” ujarnya. Akses yang selama ini terbatas menyulitkan aktivitas ekonomi warga, terutama distribusi hasil pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian .
Iki Harmin, Staf Desa Bobawae, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima kabar baik dari Pemerintah Provinsi. “Ibu Gubernur Shery Juanda Laos saat berkunjung ke Kecamatan Makian Barat menyampaikan bahwa akan dibangun jalan dengan volume 10 kilometer di tahun 2026 ini,” katanya. Namun, ia meminta agar pengerjaan segera direalisasikan dan volumenya ditambah karena belum menjangkau seluruh wilayah di kecamatan Makian Barat termasuk Desa Bobawae dan Desa Malapat yang berada di ujung kecamatan.
Fenomena ini mencerminkan gelombang kebangkitan swadaya masyarakat di tengah keterbatasan fiskal negara. Wakil Bupati Halmahera Selatan , Helmi Umar Muksin, bahkan secara terbuka meminta warganya kembali mengandalkan gotong royong untuk menutup kekurangan dana pembangunan . Di banyak daerah, proyek infrastruktur terpaksa dibatalkan total karena anggaran yang tersisa hanya cukup untuk kebutuhan dasar .
Para pengamat menilai pemangkasan Dana Desa berdampak serius pada pembangunan di tingkat lokal. “Koperasi bergerak di sektor perdagangan, tapi koperasi tidak bisa membangun irigasi, memperbaiki saluran air, atau membangun jalan kampung,” tegas Guru Besar IPDN, Djohermansyah Djohan .
Inisiatif warga Bobawae menjadi bukti bahwa di tengah krisis, solidaritas sosial masih menjadi modal utama pembangunan desa. Mereka berharap pemerintah provinsi segera menindaklanjuti janji pembangunan jalan agar akses yang telah dibangun secara swadaya ini dapat terhubung dengan program pemerintah secara berkelanjutan.(Fahmi/TI)