Karo Kesra Dr Asrul Gailea,SE.,MM Apresiasi Sakralitas Rekonsiliasi GMIH: “Ini Momen Bersejarah yang Harus Disukseskan”
DAERAH
Halmahera Utara – Kehadiran Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Provinsi Maluku Utara, Dr. Asrul Gailea, SE., MM, dalam acara rekonsiliasi Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) di Tobelo, turut mewarnai momentum bersejarah penyatuan gereja terbesar di Halmahera tersebut.
Dalam wawancara di sela-sela acara yang digelar di Gedung Gereja Imanuel, Gamsungi, Tobelo, Asrul Gailea menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya bisa hadir dalam agenda sakral yang mempertemukan seluruh elemen pimpinan gereja ini.
“Saya senang dan merasa terhormat diundang dalam acara yang sakral ini. Ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi merupakan momen rohani dan sejarah bagi kita semua di Maluku Utara,” ujar Asrul kepada awak media, Kamis (23/7/2026).
Acara rekonsiliasi dan pembukaan Sidang Sinode Istimewa Bersama (SSIB) GMIH ini turut dihadiri oleh Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, Direktur Bimas Protestan Kementerian Agama RI Luksen Jems Mayor, Sekjen PGI Pusat Darwin Darmawan, BPHS GMIH, serta perwakilan dari 514 pimpinan gereja/jemaat se-Halmahera.
Kehadiran para pejabat negara ini dinilai sebagai bentuk sinergitas antara pemerintah dan institusi keagamaan dalam menjaga stabilitas dan kerukunan umat beragama di daerah. Sebelumnya, proses rekonsiliasi ini telah melalui perjalanan panjang sejak Deklarasi Penyatuan pada 9 Januari 2024, dan puncaknya diharapkan terwujud melalui Sidang SSIB 2026 ini.
Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, dalam sambutannya juga menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mendukung proses penyatuan. Ia mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan ego dan perbedaan masa lalu demi terciptanya persatuan yang kokoh.
“Saya mengajak kita semua, karena proses ini adalah ikrar kita kepada Tuhan, maka buanglah semua ego atau kepentingan pribadi,” tegas Bupati Piet.
Sidang Sinode Istimewa Bersama (SSIB) GMIH yang berlangsung dari tanggal 23 hingga 26 Juli 2026 ini diharapkan mampu menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa damai dan memperkuat kesaksian gereja di tengah masyarakat.(Fahmi/TI)