Kisah Sutrimo yang Tak Banyak Diketahui, Kerabat Ungkap Kedekatannya dengan Febrie Adriansyah
DAERAH

Banyumas – Berbagai cerita mengenai kehidupan Sutrimo (42) kembali muncul setelah almarhum meninggal dunia pada 23 Juli 2026. Di tengah perhatian terhadap proses penanganan kasus kematiannya, kerabat dekat Sutrimo memilih menceritakan sisi lain kehidupan almarhum yang mereka kenal selama bertahun-tahun, termasuk hubungan Sutrimo dengan Febrie Adriansyah.
Keluarga menyadari bahwa berbagai informasi mengenai kematian Sutrimo masih harus menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan resmi aparat penegak hukum. Karena itu, kesaksian keluarga mengenai hubungan Sutrimo dengan Febrie Adriansyah tidak dimaksudkan untuk ditarik menjadi kesimpulan mengenai perkara yang sedang berjalan.
Bagi keluarga, apa yang mereka sampaikan merupakan pengalaman dan cerita yang mereka ketahui selama bertahun-tahun. Mereka ingin publik mengetahui bahwa di balik pemberitaan mengenai kematian Sutrimo, terdapat perjalanan kehidupan almarhum yang panjang, termasuk hubungan pekerjaan yang menurut mereka berlangsung baik dan harmonis dengan Febrie Adriansyah.
Menurut penuturan kerabat, hubungan tersebut telah terjalin sejak sekitar 2008, ketika Sutrimo mulai bekerja di kediaman Febrie Adriansyah di Jakarta. Selama bertahun-tahun, Sutrimo disebut bekerja sebagai asisten rumah tangga sekaligus membantu menjaga rumah.
Namun, menurut keluarga, hubungan keduanya tidak hanya dipandang sebatas hubungan antara pekerja dan pemberi kerja. Kerabat menyebut terdapat kedekatan serta perhatian yang mereka lihat selama Sutrimo menjalani kehidupannya di Jakarta.
Kedekatan tersebut, menurut keluarga, semakin terlihat ketika Sutrimo mengalami persoalan kesehatan. Setelah pandemi COVID-19, kondisi kesehatan almarhum disebut mengalami penurunan. Sutrimo diketahui menderita diabetes dan sempat mengalami infeksi pada bagian punggung sehingga harus mendapatkan perawatan medis dan menjalani rawat inap.
Dalam kondisi tersebut, menurut kesaksian keluarga, Febrie Adriansyah turut membantu kebutuhan pengobatan Sutrimo. Setiap kali terdapat kebutuhan administrasi maupun biaya perawatan rumah sakit, Sutrimo atau keluarganya disebut menyampaikan kebutuhan tersebut. Bantuan kemudian diberikan untuk mendukung proses pengobatan almarhum.
Kerabat bahkan menyebut dalam sejumlah kesempatan bantuan yang diberikan disebut lebih dari kebutuhan pengobatan saat itu. Sebagian bantuan tersebut kemudian dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga Sutrimo di kampung halaman.
Bagi keluarga, perhatian tersebut menjadi salah satu alasan mereka menggambarkan hubungan Sutrimo dan Febrie sebagai hubungan yang baik. Perhatian tersebut, menurut mereka, tetap terlihat ketika Sutrimo berada dalam kondisi sulit akibat persoalan kesehatan yang dialaminya.
Meski demikian, Sutrimo disebut memiliki keinginan untuk tetap mandiri. Setelah menjalani perawatan, almarhum sempat bekerja sebagai kurir selama beberapa bulan. Menurut kerabat, keputusan tersebut diambil karena Sutrimo merasa tidak nyaman apabila terus menerima bantuan tanpa bekerja.
Kondisi kesehatan kembali menjadi persoalan ketika Sutrimo mengalami luka pada bagian kaki. Kondisi tersebut kemudian memburuk hingga almarhum harus menjalani tindakan medis berupa amputasi pada bagian jari kaki.
Ketika kondisi Sutrimo mulai membaik sekitar akhir 2022, keluarga menyebut Febrie meminta almarhum kembali bekerja di Jakarta. Saat itu, Sutrimo disebut sempat merasa khawatir karena kondisi fisiknya sudah tidak seperti sebelumnya.
Menurut penuturan kerabat, Febrie kemudian meminta Sutrimo kembali setelah kondisinya membaik. Bagi keluarga, hal tersebut kembali menjadi bagian dari perjalanan hubungan keduanya yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Dalam beberapa tahun terakhir, kehidupan Sutrimo di kampung halaman juga disebut mengalami perubahan. Pada Juni 2025, almarhum sempat pulang dan melakukan renovasi terhadap rumah yang ditempatinya. Keluarga juga menyebut adanya pekerjaan pelebaran akses jalan di depan rumah tersebut.
Kini, setelah Sutrimo meninggal dunia pada 23 Juli 2026, berbagai cerita tentang kehidupannya kembali menjadi perhatian. Namun, keluarga menegaskan bahwa kesaksian mengenai hubungan Sutrimo dengan Febrie Adriansyah merupakan cerita dari orang-orang yang mengenal kehidupan almarhum, bukan kesimpulan mengenai penyebab kematian ataupun perkara hukum yang sedang ditangani.
Keluarga berharap proses penyelidikan berjalan secara transparan dan seluruh fakta mengenai peristiwa yang menimpa Sutrimo dapat terungkap berdasarkan bukti serta hasil pemeriksaan resmi aparat yang berwenang.
Di tengah proses tersebut, keluarga ingin Sutrimo tetap dikenang sebagai sosok yang memiliki perjalanan hidup panjang dan hubungan baik dengan orang-orang di sekitarnya. Salah satunya adalah hubungan dengan Febrie Adriansyah yang, menurut kesaksian kerabat, telah berlangsung harmonis selama bertahun-tahun. (Tim/FX)