Tokoh Pembangunan Halteng, Ir.H.M Al Yasin Ali M.MT Kini Telah Tiada.
NASIONAL
Oleh: Dr. ASRUL GAILEA, Kepala Biro Kesra Maluku Utara.
Ir. H. M. Al Yasin Ali, M.MT kini benar-benar telah tiada. Beliau sapaan Aba Acim menghembuskan nafas terakhirnya pada pada Jumat, tanggal14 Agustus 2026 jam 22.15 waktu makasar, dan dikebumikan pada hari Sabtu tanggal 15 Agustus jam 13.00 waktu makasar. Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Bagi yang percaya bahwa semua yang bernyawa pasti akan mati kembali ke keharibaan Allah SWT Tuhan Maha Perncipta.
Kepergian aba acim bukan sekadar kehilangan figur public, tetapi kehilangan bagi warga maluku utara dan khususnya warga kabupaten Halmahera Tengah yang selama puluhan tahun merasakan sentuhan kepemimpinan dan sentuhan kemajuan halmahera tengah di tengah-tengah kompetitifnya kemajuan kabupaten kota di maluku utara. Bila dicermati secara benar bagi kami yang mengamati dinamika kompetitifnya pemerintahan di maluku utara, beliau aba acim adalah seorang arsitektur pembangunan halmahera tengah, daerah yang kala itu sangat tertinggal bila dibandingkan dengan kabupaten kota lainnya di maluku utara, langkah kepemimpin beliau yang pro infrastruktur kini menjadikan halteng sebagai sebuah daerah maju dengan pertumbuhan ekonominya tertinggi di dunia.
Aba Acim adalah anak kandung halmahera tengah. Beliau lahir dan dibesarkan di weda 58 tahun silam tepatnya tanggal 25 mei tahun 1958. beliau memulai kariernya bukan dari kursi empuk, melainkan dari lantai dasar sebagai karyawan swasta PT. Hijrah Nusatama tahun 1986, sebelum masuk sebagai pegawai negeri sipil Kementerian Pekerjaan Umum Kabupaten Halmahera Tengah tahun 1990. Karier aba acim di PNS terasa melijit dengan memegang beberapa kali jabatan structural di dinas Pekerjaan Umum kabupaten Halmahera tengah, dengan karier terakhir PNS sebagai kepala dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Halmahera Tengah. Olehnya itu tidak mengherankan apabila kemajuan halteng saat ini di landasi sebuah visi besar infrastruktur dulu baru yang lain. Aba Acim memegang prinsip kuat perencanaan kuat infrastruktur kuat. Dengan pengalaman dan naluri kepemimpinan inilah menjadikan beliau aba acim sebagai Bupati Halmahera Tengah.
Gelar kehormatan Lagae Sawai yang disematkan warga Halmahera Tengah kepada Aba acim adalah sebuah bentuk pengakuan adat. Gelar Lagae Sawai bukan sekadar pujian, melainkan kontrak sosial yang mengikat pemimpin dan yang dipimpin. Dalam bahasa lokal, Lagae Sawai berarti pemimpin yang mengayomi dan itulah yang aba acim perankan, membangun fondasi pembangunan halteng tanpa meninggalkan nilai-nilai adat dan kemasyarakatan.
Bupati Halmahera Tengah.
Di tengah hiruk-pikuk politik electoral, aba acim mencoba mengadu nasib di wilayah politik, bukan dewan, bukan senator tetapi sebagai eksekutif tertinggi yakni bupati Halmahera tengah. Dua periode aba acim merasakan kursi empuk yakni dimulai tahun 2007-2012 dan periode kedua tahun 2012-2017. Berbekal sebagai juru rancang bangun aba acim dinilai warga berhasil dalam mengayomi masyarakat Halmahera tengah.
Di awal periode pertama tahun 2007-2012 aba acim berpasangan dengan Bapak Gawi Abbas sebagai wakil bupati, dimana pasangan ini di usung oleh partai demokrasi Indonesia perjuangan sebuah partai yang kala itu mempunyai pasis politik utama di Halmahera tengah. Partai PDIP pimpinan Megawati Sukarno Putri itulah sebagai mesin politik pertama memenangkan pemilihan kepala daerah kala itu.
Lahirnya Undang-Undang Nomor 1 tahun 2003 yang menetapkan Halmahera tengah kabupaten definitive, dimana weda sebangai ibu kota menjadi salah satu manifestasi dan niat dan aspirasi para pelaku politik serta tokoh birokrasi yang ingin terjun di bidang politik praktis dalam konteks demokrasi. Pada masa itu banyak putra putri daerah mulai mempertimbangkan untuk ikut serta dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada), tekadnya satu yaitu membangun daerah dengan niat dan dedikasi yang begitu tulus.
Pada periode kedua yakni tahun 2012-2017, aba acim maju lagi bupati dengan status incumbent. Aba acim berpasangan dengan Soksi Hi Ahmad yang di usung oleh 11 partai politik, berhadapan dengan pasangan bupati Edy Langkara-Yuslan Idris, dan satu pasangan pengusung independent yakni pasangan Saiful Samad-Basri Botutu.
Lagi-lagi aba acim menunjukkan ketokohan yang luar biasa keluar sebagai pemenang pilkada Halmahera tengah. Periode kedua adalah periode dengan kostelasi politik halteng sangat memanas sebab jumlah partai kala itu makin banyak disertai dengan rifal yang tangguh, namun disitulah rakyat berkada lain, rakyat masih percaya aba acim sehingga Komisi Pemilihan Umum Halteng pun mengetuk palu pertanda pilkada halting telah selesai.
Kepergian aba acim menyisahkan pertanyaan besar bagi kita semua bahwa masih adakah pemimpin yang benar-benar mau mengabdikan hidupnya untuk negeri tanpa tedeng aling-aling, tanpa punya negosiasi, tanpa punya niat popularitas, tanpa punya beban moral, aba acim punya itu semua.Mungkin ya berbeda dengan sitem politik pilkada saat ini, sistem politik kita saat ini, kecenderungan adalah melahirkan pemimpin instan, yang lebih mementingkan partai asalnya, mahir berkampanye daripada mengedepankan aspirasi rakyatnya. Aba acim punya itu, antitesis dari tren itu ia membuktikan bahwa pengalaman teknis yang matang, ditambah kedekatan emosional dengan rakyat, menghasilkan kebijakan yang merakyat dan berkelanjutan.
Menuju Kursi Wagub.
Kita kehilangan seorang guru dalam seni pemerintahan. Namun warisannya, jejaknya tetap berbekas. Jalan-jalan telah bangun, pasar telah di hidupkan, perumahan mulai di tata, perkantoran mulai parmanen, SDM mulai tertata, terasa begitu cepat aba acim membangun halteng. Tata Kelola pemerintahan telah di tata, aba acim menjadi teladan. Niat tulus terus mengajari kita bahwa kepemimpinan adalah pengabdian, bukan penguasaan.
Di era kepemimpinannya Almarhum KH. Abdul Gani Kasuba era periode kedua, Aba Acim menjadi daya tarik tersendiri bagi partai pengusung yang juga PDIP. Berbekal sebagai politisi PDIP Maluku Utara, aba acim menunjukkan kelas politik lokal yang di perhitungkan oleh tim sukses AGK kala itu dan ternyata ramalan itu benar, pasangan AGK-YA di patenkan oleh PDIP. Yang lebih penting dari pasangan ini adalah semangat kembali membangun maluku utara, dan benar-benar terbukti pasangan AGK-Ya di tetapkan oleh KPUD maluku utara sebagai pemenang pilkada maluku utara periode tahun 2019-2024. Namun di akhir jabatan pasangan AGK-Ya terjadi insiden lain di luar nalar dan dugaan banyak pihak, akhirnya aba acim berkesempatan melanjutkan kepemimpinan periode sampai selesai.
Itulah Karier aba acim, berawal dari seorang pekerja keras, ASN hingga mencapai puncak karier, sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara dan pejabat Gubernur Maluku Utara, dan di situlah aba acim menunjukkan dirinya bahwa teknokrat dan politisi dapat berjalan beriringan. Aba Acim tidak sedikitpun kehilangan identitas sebagai abdi negara meski berada di panggung politik praktis.
Selamat Jalan Aba Acim, Sang Pengabdi. Namamu dan karyanya tetap terukir dalam sejarah pembangunan Maluku Utara dan Halmahera Tengah khususnya. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, dan mengampuni segala dosanya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan.