STMIK Tidore Mandiri Targetkan Perubahan Status Menjadi Institut, 138 Wisudawan Dikukuhkan
NASIONAL
Ternate – Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Sarjana dan Ahli Madya Periode ke-X STIMIK Tidore Mandiri resmi digelar di Ballroom Hotel Badrom Gamalama, Kota Ternate, Sabtu (22/8/2026). Sebanyak 138 wisudawan mengikuti prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat tersebut.
Ketua STMIK Tidore Mandiri, Dr. Muh. Sofyan Do Musa, saat ditemui awak media usai acara, mengungkapkan bahwa institusi pendidikan tinggi yang telah berdiri sejak tahun 2005 ini menargetkan perubahan status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut pada tahun 2026 mendatang.
“Di usia STMIK yang ke-15 tahun ini, insya Allah kami berupaya merubah status dari STIMIK ke Institut. Kami sudah menyiapkan dokumen-dokumen untuk diajukan ke Dikti dan Kementerian, dan saat ini kami sedang melakukan proses pengusulan,” ujar Dr. Sofyan Do Musa.
Saat ini, STMIK Tidore Mandiri memiliki tiga program studi, yakni D3 Komputerisasi Akuntansi, D3 Manajemen Informatika, dan S1 Sistem Informasi. Dengan rencana perubahan status menjadi Institut, pihak kampus menyiapkan penambahan tiga program studi baru.
“Ke depan setelah statusnya menjadi Institut, akan ada penambahan 3 program studi lagi yaitu Bisnis Digital, Pendidikan Aiti (Artificial Intelligence/Teknologi Informasi), dan Ilmu Kinerja. Jadi berarti nanti total ada empat program studi dari STMIK ke status Institut harus ditambah program studi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Sofyan Do Musa menyampaikan bahwa pihaknya juga berencana melakukan ekspansi ke Sofifi sehingga akan hadir Kampus 1 dan Kampus 2. Soal infrastruktur, ia menegaskan bahwa kampus STMIK Tidore Mandiri memiliki fasilitas yang cukup baik dengan lokasi yang strategis dekat dengan laut.
“Kami di STMIK Tidore Mandiri ini mempunyai jurusan yang fokus pada komputer sesuai dengan perkembangan zaman, karena sekarang ini jamannya teknologi,” tutupnya.
Rincian wisudawan yang dikukuhkan pada periode ini adalah 12 orang dari program D3 dan 126 orang dari program S1, dengan Sistem Informasi menjadi program studi dengan jumlah lulusan terbanyak.
Sementara itu, Prof. Saiful Deni, Pelaksana Tugas (Plh) Ketua Dikti Wilayah 12 Maluku-Maluku Utara, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan wisuda ini.
“Saya berharap para wisudawan dan wisudawati bukan hanya mendapatkan gelar, tetapi tentunya harus mendapatkan semacam privasi tersendiri ke depan. Karena tantangan dan harapan masyarakat sangat besar,” ujar Prof. Saiful Deni.
Ia menambahkan bahwa dengan jurusan Aiti (AI/Teknologi Informasi) yang sangat kontekstual dengan dunia saat ini, lulusan diharapkan tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja baru.
“Lulusan kita ketika mencari pekerjaan diwajibkan agar supaya dia membuat semacam pekerjaan baru,” pungkasnya.
Wisuda Periode ke-X ini menjadi momentum penting bagi STMIK Tidore Mandiri dalam menunjukkan komitmennya mencetak sumber daya manusia unggul di bidang teknologi informasi, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi komputer terkemuka di kawasan Maluku Utara.(Fahmi/TI)