Aklamasi Gajali Abd Mutalib Pimpin APINDO Maluku Utara, 16–17 Investor Siap Tindak Lanjuti Forum Bisnis Jakarta
NASIONAL
Ternate — Ir. Gajali Abd Mutalib resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Maluku Utara periode 2026–2031. Penetapan itu berlangsung dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) III APINDO Maluku Utara di Muara Mall, lantai 6, Kota Ternate, Minggu (25/10/2026).
Aklamasi tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru APINDO Maluku Utara dalam memperkuat peran pengusaha daerah, mendorong kepastian investasi, serta meningkatkan kontribusi dunia usaha terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Musprov III APINDO Maluku Utara mengusung tema “Mendorong Daya Saing Pengusaha Daerah, Kepastian Investasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara yang Inklusif dan Berkelanjutan”. Forum itu dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Utara, Drs. Samsuddin A. Kadir, yang hadir mewakili Wakil Gubernur Maluku Utara.
Dalam wawancara usai Musprov, Gajali mengungkapkan bahwa pihaknya kedatangan 16–17 investor. Kedatangan mereka, kata dia, merupakan tindak lanjut forum bisnis Maluku Utara yang digelar di Jakarta bersama Gubernur Maluku Utara Sherly pada September lalu.
“Tadi kita kedatangan 16–17 investor. Kemarin ada forum bisnis Maluku Utara yang diadakan di Jakarta bersama Ibu Gubernur pada September kemarin. Ini adalah tindak lanjut, makanya mereka datang ke sini,” kata Gajali.
Menurut Gajali, dalam pertemuan tersebut sejumlah peluang dibahas, mulai dari sektor kelautan, infrastruktur, hingga upaya meningkatkan daya saing harga produk UMKM. “Tadi ada peluang yang kita dengar bersama, dari masalah kelautan, infrastruktur, bagaimana harga-harga UMKM bisa bersaing. Jadi banyak hal yang kita bahas,” ujarnya.
Gajali menyebut rencana tindak lanjut investasi itu mendapat dukungan Gubernur Sherly. APINDO Maluku Utara akan membentuk satuan tugas (satgas) bersama pemerintah daerah, APINDO provinsi, dan pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APINDO.
“Pada prinsipnya didukung oleh Ibu Gubernur Sherly, dan kami akan membuat satgas bersama dari pemerintah daerah, APINDO provinsi, dan pengurus provinsi nasional,” kata Gajali.
Ia juga menegaskan komitmennya memperkuat komunikasi dengan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Maluku Utara. Menurut Gajali, pada periode kepemimpinannya sebelumnya, APINDO telah membuka mediasi dengan perusahaan besar seperti Harita dan IWIP.
“Selama saya memimpin APINDO periode kemarin, saya sudah membuka mediasi dengan perusahaan-perusahaan besar, Harita maupun IWIP, dan alhamdulillah sampai saat ini beberapa sudah berjalan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekda Maluku Utara Samsuddin A. Kadir berharap kepengurusan APINDO di bawah kepemimpinan Gajali mampu menjaga soliditas organisasi sekaligus memperluas peran pengusaha dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, APINDO merupakan mitra strategis pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, memperkuat investasi, serta membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya kepengurusan yang memiliki legitimasi kuat dan mampu mengakomodasi aspirasi anggota, termasuk pengurus APINDO di tingkat kabupaten dan kota.
“Musyawarah itu adalah mempersatukan dari yang banyak. Kita tidak mengharapkan terjadinya perpecahan. Kita berharap semua dapat diakomodasi dengan baik, masukan-masukan didiskusikan dengan baik,” ujar Samsuddin.
Selain konsolidasi organisasi, Samsuddin menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan kepentingan pengusaha dan pekerja. Menurutnya, hubungan industrial yang sehat membutuhkan komunikasi dan saling pengertian agar keberlangsungan perusahaan tetap terjaga tanpa mengabaikan kesejahteraan tenaga kerja.
“Dibutuhkan kedewasaan dari semua pihak, saling pengertian antara semua pihak. Kita juga harus memahami bahwa pengusaha jangan sampai kolaps, dan para pekerja juga harus mendapatkan penghasilan yang baik,” katanya.
Dengan masa kepemimpinan lima tahun ke depan, Gajali Abd Mutalib diharapkan mampu menjalankan agenda organisasi, memperkuat komunikasi antara pelaku usaha, pekerja, dan pemerintah daerah, serta mendorong penyerapan tenaga kerja lokal dan kepastian investasi di Maluku Utara.
Musprov III tersebut turut dihadiri perwakilan DPN APINDO, jajaran pengurus tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta mitra strategis dan pelaku dunia usaha. Terpilihnya Gajali secara aklamasi diharapkan memperkuat kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(Fahmi/TI)