EK-LMND Ternate Desak Pendidikan Gratis, Pemkot Akui Terkendala Anggaran
NASIONAL
Ternate – Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Ternate menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Ternate, Kamis (1/10/2026). Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk bertuliskan “Pendidikan gratis harus diwujudkan sekarang juga”.
Setelah berunjuk rasa, mahasiswa menggelar hearing terbuka bersama Pemerintah Kota Ternate, khususnya Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, untuk membahas tuntutan tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Ridwan Ali, menyampaikan bahwa pihaknya sepakat dengan isu pendidikan gratis yang diusung mahasiswa. Namun, ia menyebut terdapat keterbatasan anggaran karena kebijakan efisiensi.
“Kami juga bersepakat terkait isu pendidikan tersebut. Namun ada keterbatasan anggaran karena efisiensi,” ujarnya.
Ridwan menambahkan, Pemerintah Kota Ternate telah berupaya memberikan pendidikan yang layak bagi siswa di Kota Ternate.
“Pemerintah kota sudah berusaha memberikan pendidikan yang layak bagi siswa yang ada di Kota Ternate,” ucapnya.
Sementara itu, Koordinator aksi, Rifan Fadli, menegaskan bahwa pendidikan gratis harus merata bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku Utara dan Kota Ternate.
“Pendidikan gratis harus merata bagi seluruh rakyat Indonesia, lebih khususnya Provinsi Maluku Utara (Kota Ternate),” tegasnya.
Rifan juga meminta pemerintah memperhatikan anak-anak yang tidak sekolah serta menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan di sekolah-sekolah yang ada di Kota Ternate.
“Pemerintah harus memperhatikan anak yang tidak sekolah dan mampu menyelesaikan problem pendidikan bagi sekolah yang ada di Kota Ternate,” tambahnya.
Menurut Rifan, kesejahteraan dan kemajuan suatu bangsa serta daerah sangat bergantung pada rakyatnya. Karena itu, ia mendesak agar pendidikan gratis segera diwujudkan.
“Sejahtera dan majunya suatu bangsa dan daerah semua tergantung kepada rakyatnya. Maka dari itu, pendidikan gratis harus diwujudkan sekarang juga, hentikan pungli terhadap siswa, prioritaskan guru honorer, dan berikan fasilitas di tiap-tiap sekolah negeri maupun swasta sampai perguruan tinggi,” pungkasnya.(Tim/Red)