IBM Maluku Utara Dilantik, Abu Zubair Latupono Janji Rawat Persaudaraan hingga Daerah
NASIONAL
Ternate – Ikatan Basudara Maluku (IBM) Provinsi Maluku Utara resmi memasuki kepengurusan baru periode 2026–2030. Abu Zubair Latupono, S.IP., M.M., dilantik sebagai Ketua Umum dalam acara yang berlangsung di Hotel Bela, Kota Ternate, Sabtu (17/10/2026), dan dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe.
Pelantikan pengurus IBM tingkat provinsi dan kabupaten/kota itu menjadi momentum konsolidasi organisasi. IBM menegaskan komitmennya memperluas jaringan kepengurusan hingga daerah, memperkuat solidaritas, serta menjaga persatuan masyarakat Maluku di Bumi Moloku Kie Raha.
Mengusung tema “Merawat Persaudaraan di Bumi Moloku Kie Raha: Ale Rasa Beta Rasa”, IBM menempatkan nilai persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian sosial sebagai fondasi dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Ketua Umum IBM Maluku Utara, Abu Zubair Latupono, menegaskan bahwa kepemimpinan periode 2026–2030 merupakan amanah besar. Ia ingin IBM tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Pelantikan ini bukan sekadar pengukuhan kepengurusan, tetapi amanah dan tanggung jawab besar untuk merawat persaudaraan di Bumi Moloku Kie Raha. Kami ingin menjadikan IBM sebagai rumah bersama bagi seluruh basudara, tempat memperkuat silaturahmi, membangun kepedulian, serta menjaga nilai-nilai budaya dan kekeluargaan,” ujar Abu Zubair.
Ia menekankan pentingnya konsolidasi organisasi dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota agar IBM semakin dekat dengan masyarakat. Menurutnya, semangat “Ale Rasa Beta Rasa” harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan.
Senada dengan itu, Ketua Harian IBM Provinsi Maluku Utara, Ali Lating, S.IP., M.A., menyoroti pentingnya pembentukan dan penguatan kepengurusan di seluruh kabupaten/kota. Langkah itu dinilai strategis untuk memastikan organisasi memiliki struktur yang solid dan mampu menjalankan program secara efektif hingga ke daerah.
“Tujuan kita bukan sekadar memperbanyak kepengurusan, melainkan membangun organisasi yang solid, aktif, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Dengan struktur yang kuat, koordinasi program akan lebih efektif dan kegiatan sosial kemasyarakatan dapat menjangkau lebih banyak basudara,” jelas Ali.
Sementara itu, Sekretaris IBM Provinsi Maluku Utara, Johanna Lusje Lethulur, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa persatuan merupakan fondasi utama organisasi. Perbedaan latar belakang, pengalaman, maupun pandangan dinilai tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan.
“Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk terpecah, melainkan harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi. Melalui kepengurusan periode 2026–2030, kita ingin membangun komunikasi yang terbuka, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan rasa saling percaya di antara seluruh pengurus dan anggota,” katanya.
Ia menambahkan, semangat “Ale Rasa Beta Rasa” harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling membantu, menghormati, dan peduli terhadap sesama. Kekuatan organisasi, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh struktur kepengurusan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh anggota menjaga persatuan dan menjalankan tanggung jawab bersama.
Kehadiran Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe dalam pelantikan tersebut menjadi penanda penting dukungan terhadap penguatan organisasi kemasyarakatan yang berorientasi pada persaudaraan dan keharmonisan sosial.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2030, IBM Provinsi Maluku Utara diharapkan mampu memperkuat eksistensi organisasi, membangun jaringan kepengurusan yang lebih luas, serta menjaga nilai-nilai persaudaraan sebagai bagian dari identitas masyarakat Maluku di Bumi Moloku Kie Raha.(Fahmi/TI)