Nurlaela Syarif dan Kepala BNNP Malut Serukan Ternate Kota Rempah, Bukan Kota Narkoba
DAERAH

Ternate – Upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkoba terus didorong melalui pendekatan literasi dan kreativitas. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Gerakan Literasi Milenial Cerdas Hindari Narkoba yang digelar di Cabu Literasi Benteng Oranje, Kota Ternate.
Kegiatan yang digagas Anggota DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif, tersebut mendapat dukungan dari Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara, Brigjen Pol. Mirjal Alwi.
Nurlaela menempatkan literasi sebagai salah satu pendekatan untuk membangun kesadaran pelajar sejak dini. Menurutnya, generasi muda perlu diberikan ruang untuk menyampaikan pesan-pesan positif melalui karya, sekaligus memahami bahaya penyalahgunaan narkoba.
Gerakan tersebut dikemas melalui kegiatan literasi yang melibatkan pelajar SMP/MTs di Kota Ternate. Selain menjadi ruang edukasi, kegiatan itu juga mendorong para pelajar menuangkan gagasan tentang pencegahan narkoba melalui karya kreatif.
Sementara itu, Kepala BNNP Maluku Utara Brigjen Pol. Mirjal Alwi memberikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut. Ia menilai upaya pencegahan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama dalam membangun karakter dan kesadaran generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Mirjal bahkan menyampaikan pesan antinarkoba melalui sebuah puisi spontan. Ia mengangkat identitas Ternate sebagai Kota Rempah yang harus dijaga agar tidak berubah menjadi daerah yang identik dengan penyalahgunaan narkoba.
“Seba afa narkoba. Ternate kota rempah, bukan kota narkoba,” menjadi pesan yang ditekankan Mirjal dalam puisi tersebut.
Menurutnya, orang tua juga memiliki peran penting dalam mencegah anak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Pendidikan karakter dan keberanian orang tua dalam memberikan batasan kepada anak dinilai menjadi bagian penting dari upaya perlindungan generasi muda.
Mirjal juga menyampaikan apresiasi kepada Nurlaela Syarif sebagai penggagas kegiatan. Ia berharap gerakan literasi yang mengangkat isu pencegahan narkoba tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Ia menilai pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia. Generasi muda yang memiliki pengetahuan, kreativitas, serta kesadaran terhadap bahaya narkoba dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga masa depan Maluku Utara.
Melalui kolaborasi antara legislatif, BNNP, dunia pendidikan, orang tua, dan masyarakat, gerakan tersebut diharapkan dapat memperkuat pesan bahwa Ternate memiliki identitas sebagai Kota Rempah yang harus dijaga bersama dari ancaman narkoba. (Tim/TI)