Gerak Cepat BWS Salurkan 150.000 Liter Air untuk Warga, LPI: Ini Tindakan Sosial Nyata
NASIONAL
Maluku Utara – Musim kemarau panjang yang melanda Provinsi Maluku Utara membawa dampak cukup serius bagi sektor pertanian. Para petani terutama yang berada di kawasan transmigrasi di sejumlah daerah terpaksa merintih melihat lahan pertanian mereka mengering dan gagal panen akibat terik matahari yang menyengat.
Merespons kondisi darurat tersebut, Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara di bawah kepemimpinan Kepala Balai Saleh Talib, bergerak cepat. Langkah nyata diwujudkan melalui skema Tanggap Darurat Kekeringan yang diprioritaskan untuk kawasan pertanian di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).
Melalui Satuan Tanggap Darurat BWS Maluku Utara, akhirnya sebanyak 150.000 liter air irigasi berhasil disalurkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan persawahan yang terdampak kekeringan.
Penanganan ini tidak dilakukan secara sepihak. BWS Maluku Utara menjalin koordinasi dan kolaborasi yang erat dengan perangkat Desa Lembah Asri dan Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan. Koordinasi di lapangan bertujuan untuk menentukan titik-titik prioritas sekaligus mengatur teknis pendistribusian, sehingga bantuan air dapat diterima oleh para petani secara adil, merata, dan tepat sasaran.
Terobosan yang dilakukan Balai BWS ini pun mendapat respon positif dan dukungan luas dari masyarakat setempat. Bahkan, Koordinator Lembaga Pengawasan Independen (LPI) Provinsi Maluku Utara, Rajak Idrus, turut angkat bicara. Menurutnya, program ini adalah bukti nyata kepedulian sosial BWS terhadap warga di Lembah Asri.
“Ini adalah program nyata yang harus kita dorong bersama. Kehadiran BWS di tengah kesulitan petani merupakan bagian dari upaya mitigasi dan pencegahan sosial yang patut diapresiasi,” ujar Rajak Idrus.
Saat dikonfirmasi, Kepala Balai BWS Maluku Utara, Saleh Talib, menjelaskan bahwa dalam proses penyaluran, timnya menggunakan sumber air dari sumur dalam dengan dukungan pompa diesel khusus. Pompa tersebut memiliki kapasitas hingga 36.000 liter per jam dan dioperasikan selama 48 jam.
“Air kemudian dialirkan melalui selang dan pipa sepanjang sekitar 30 meter menuju area persawahan. Kondisi topografi di lokasi yang relatif datar turut memudahkan proses pengambilan dan penyaluran air ke lahan pertanian,” kata Saleh, Kamis (13/8/2026). Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan aman tanpa kendala berarti.
Yang menarik, dari target awal kebutuhan sebanyak 100.000 liter, realisasi penyaluran justru melampaui ekspektasi hingga mencapai 150.000 liter. Bantuan ini digunakan untuk menangani dampak kekeringan pada sekitar 80 petak sawah yang dikelola oleh 50 petani di wilayah setempat.
Saleh Talib menegaskan bahwa penyaluran air ini merupakan bagian dari langkah mitigasi BWS Maluku Utara dalam menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian serta mendukung ketahanan pangan daerah di tengah ancaman cuaca ekstrem dan musim kemarau.
Ke depan, BWS Maluku Utara berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan ketersediaan air secara berkala bersama pemerintah desa setempat. Tim Tanggap Darurat pun tetap disiagakan untuk melakukan penyaluran air susulan apabila kondisi di lapangan kembali membutuhkan bantuan (FM/TI)