Kota Ternate Targetkan Juara Inovasi Daerah 2027, Libatkan 41 OPD
DAERAH
Ternate – Pemerintah Kota Ternate melalui Badan Penelitian, Pengembangan, dan Perencanaan Daerah (Bappelitbangda) menggelar rapat koordinasi persiapan inovasi daerah tahun 2027 dengan melibatkan 41 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Ternate. Rapat berlangsung pada Kamis (16/7/2026) di Lantai 2 Kantor Bappelitbangda, Jalan Lagoa, Kota Ternate.
Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, saat diwawancarai wartawan usai rapat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rutinitas tahunan dalam mematangkan program inovasi daerah. Rakor tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dinas, para Kepala Sub Bagian, dan Kepala Bidang dari seluruh OPD di Kota Ternate.
“Inovasi adalah bagian penting dari program Kementerian Dalam Negeri. Kami melibatkan seluruh OPD untuk memastikan kesiapan menuju tahun 2027,” ujar Thamrin.
Thamrin mengungkapkan, sepanjang tahun 2026, Pemkot Ternate telah menjalankan sekitar 60 hingga 80 program yang berkaitan dengan inovasi daerah. Jumlah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendorong terobosan di berbagai sektor pelayanan publik dan pembangunan.
“Tahun ini kita sudah melakukan 60-80 program yang berkaitan dengan inovasi. Insya Allah ke depan kita bisa masuk di nomor urut 1, karena 4 tahun ke belakang Kota Ternate selalu masuk nomor urut 1 terus,” tegasnya optimis.
Pernyataan ini menegaskan konsistensi Ternate dalam mempertahankan predikat sebagai salah satu daerah paling inovatif di Indonesia. Sebelumnya, pada tahun 2021, Kota Ternate tercatat meraih penghargaan Innovative Government Award (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri untuk pertama kalinya .
Langkah strategis ini sejalan dengan kebijakan nasional yang digulirkan Kementerian Dalam Negeri. Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, sebelumnya menegaskan bahwa inovasi merupakan jawaban utama atas tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah saat ini .
“Inovasi bukan lagi pilihan kreatif, tetapi survival strategy. Kita tidak lagi menilai kekuatan daerah dari besar-kecilnya anggaran, tetapi dari kemampuan bertahan dengan sumber daya yang terbatas,” ujar Yusharto .
Hal ini relevan dengan kondisi Kota Ternate yang tengah menyusun RKPD 2027 di tengah ancaman penurunan Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai hampir Rp200 miliar . Oleh karena itu, inovasi menjadi kunci untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan efisiensi anggaran.
Bappelitbangda Kota Ternate juga terus memperkuat ekosistem riset sebagai fondasi kebijakan berbasis data. Thamrin Marsaoly sebelumnya menyatakan bahwa setiap kebijakan pembangunan harus memiliki landasan ilmiah agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran .
“Riset dan penelitian adalah salah satu poin penting dalam tugas pokok dan fungsi instansi kami. Seluruh basis perencanaan daerah tidak boleh hanya sekadar rencana tanpa dasar riset yang jelas,” tegasnya .
Melalui pendekatan ini, Pemkot Ternate menargetkan pembangunan yang lebih terukur dan berkelanjutan dalam 10 hingga 20 tahun ke depan . Target menjadi peringkat pertama inovasi daerah tahun 2027 bukan sekadar ambisi, melainkan kelanjutan dari ekosistem inovasi yang telah terbangun selama ini.(Red)